Final Liga Champions 2016/2017 adalah Juventus vs Bayern!

Gobola77 – Liga Champions baru saja digelar. Laga-laga perdana tidak ada yang mengejutkan kecuali kemenangan besar dua raksasa Eropa, Barcelona dan Bayern Munchen. Blaugrana menenggelamkan Celtic dengan skor telak 7-0, sedangkan Munchen perkasa usai mengalahkan FC Rostov dengan skor 5-0.

Meski baru saja bergulir, mantan penyerang Juventus dan AC Milan, Filippo Inzaghi telah meramalkan siapa tim yang akan bertanding di partai final Liga Champions musim ini.

inzaghi-final-liga-champions-20162017-adalah-juventus-vs-bayern

“Tim mana yang akan berada di final? Juventus vs Bayern Munchen,” ujarnya.

Menurut pria yang akrab disapa Pippo ini, Juventus merupakan salah satu tim kuat Eropa yang ada saat ini. Juventus musim ini telah menargetkan untuk meraih si kuping besar. Trofi yang tak lagi mereka raih sejak terakhir melakukannya pada 1996 silam, atau sudah selama dua dekade tak mereka rasakan. Jelas, hal ini akan menjadi suntikan semangat tersendiri bagi pelatih Juve, Massimilliano Allegri untuk menuntaskan dahaga gelar Eropa bagi kota Turin.

Sama halnya dengan Juventus, Pippo pun juga mengatakan bahwa Munchen adalah tim kuat yang memiliki kedalaman skuat yang komplet di musim ini di setiap lini.

“Tim Jerman satu ini sangat kuat dan Carlo Ancelotti adalah pelatih yang luar biasa. Jadi saya merasa mereka bisa mencapai final. Sementara Juventus, tahun yang tepat telah datang,” sambungnya.

Di laga perdana Munchen, Mueller dkk tampil sangat meyakinkan. Kemenangan 5-0 atas FC Rostov jelas bukan suatu kebetulan. Mereka memiliki kualitas yang tak bisa dipandang sebelah mata.

“Bayern adalah tim yang sangat lengkap, mereka benar-benar bergairah di sayap. Lewandowski adalah salah satu penyerang terbaik di dunia, Thomas Muller selalu tahu di mana untuk berada dan Douglas Costa melewati lawan dengan mudah,” tambahnya.

Ditambah lagi, sosok Carlo Ancelotti yang menukangi Bayern Munchen pernah beberapa kali membawa tim yang diasuhnya memenangi Liga Champions, di antaranya AC Milan (2002/2003 dan 2006/2007) serta Real Madrid (2013/2014). DNA juara Eropa inilah yang membuat Inzaghi yakin bahwa Ancelotti mampu membawa Munchen ke final Liga Champions.

“Memenangi Liga Champions? Tentu saja itu sangat memungkinkan karena tim kami sangat kompetitif musim ini dan untuk saat ini semuanya berjalan baik. Tapi, tujuan pertama kami adalah meraih juara grup kemudian melihat hasil undian,” tutur Ancelotti.

Sementara itu, menjual Paul Pogba bagi Juventus bukanlah suatu kerugian. La Vecchia Signora terbukti tak terpengaruh dengan kepergian sang gelandang kembali ke pelukan Manchester United.

“Juventus? Mereka memiliki tiga penyerang yang luar biasa, karena saya pikir Mario Mandzukic sangat berharga bersama Gonzalo Higuain dan Paulo Dybala. Mereka melakukannya dengan sangat baik dengan menjual Paul Pogba dan memperkuat serangan dengan Higuain, lini tengah dengan Pjanic dan pertahanan dengan Benatia yang merupakan bek yang kuat,” lanjut Inzaghi.

Akan tetapi, sampai ke babak final bukanlah impian tertinggi Si Nyonya Tua. Percuma jika sampai ke partai final namun harus kalah di laga tersebut. Pasalnya, Juventus memiliki track record buruk di kancah Liga Champions. Juve merupakan tim yang paling sering kalah di final Liga Champions sepanjang sejarah. Dari 8 penampilan Juventus di final Liga Champions, Bianconeri telah 6 kali menelan kekalahan. Angka tersebut bahkan melampaui Bayern Munchen dan Benfica yang sama-sama pernah kalah 5 kali di partai final Liga Champions.

Bahkan Juventus sempat menelan dua musim berturut-turut takluk di final Liga Champions. Sebut saja saat bertekuk lutut 1-3 saat menghadapi Borussia Dortmund pada musim 1996/1997, dan dikalahkan Real Madrid 0-1 pada musim berikutnya.

Sedangkan dua trofi Liga Champions yang dimiliki Juventus, diraih saat mereka mampu mengatasi perlawanan Liverpool 1-0 pada musim 1984/1985, dan Ajax Amsterdam (4)1-1(2) di musim 1995/1996.

So, ini adalah waktu yan tepat untuk Juventus bangkit dan menjuarai Liga Champions. Bersua dengan bayern Munchen di patai final, kenapa tidak?

Add Comment

Required fields are marked *. Your email address will not be published.